
Studi Inspirasi: Belajar Mengenal Desa, Mengenal Indonesia, dari Labschool Untuk Indonesia dan Dunia
10 Januari 2026
Galeri Kegiatan

Yogyakarta- Sebanyak 94 siswa yang berasal dari pengurus organisasi di lingkungan SMP Labschool Jakarta, yang terdiri dari pengurus OSIS, MPK, dan Rohis mengikuti kegiatan Studi Inspirasi di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 8-10 Januari 2026. Dalam kegiatan ini, Desa Wisata Pentingsari menjadi tempat para peserta belajar mengenal lebih dalam kebudayaan tradisional Indonesia.
Tujuan dari kegiatan Studi Inspirasi di Desa Wisata Pentingsari adalah mengenalkan kehidupan dan kebudayaan lokal, sehingga para peserta semakin mencintai dan turut menjaga akar identitas ke Indonesia-annya. Dalam kegiatan ini, 94 siswa didampingi oleh Trezadigjaya,M.Si selaku Wakil Kepala SMP Labschool Jakarta, dan para pembina organisasi siswa di lingkungan SMP Labschool Jakarta, diantaranya Humaedi, S.Pd, Agung Hartono, S.Pd, dan Alpiah Pijri, M.Pd.
Kehangatan desa ini langsung dirasakan saat peserta baru menginjakkan kaki di desa, dan dijamu langsung oleh Ibu Suryaningtyas selaku Kepala Desa. Dalam sambutannya, Ibu Suryaningtyas yang sering disapa Ibu Ning mengutarakan kebahagiaannya menyambut rombongan dari SMP Labschool Jakarta yang pertama kali ke desa Pentingsari. “Ibu sangat senang menyambut adik-adik disini, selamat datang di desa kami, meskipun ini kali pertama adik- adik ke desa ini, Ibu berharap semoga kalian betah tinggal disini. Insyaallah banyak aktivitas yang bisa kalian lakukan bersama warga disini. Mohon ikuti arahan dari induk semang masing-masing nggeh”. Ujar Ibu Ning.
Setelah kegiatan penyambutan dari aparatur desa, turut hadir para induk semang atau pemilik rumah yang ditempati para peserta. Dibawah rintik hujan ringan, mereka menyambut dengan hangat peserta seperti mereka menyambut anaknya sendiri untuk menyilahkan para peserta beristirahat setelah lelah mengikuti kegiatan sebelumnya. Total rumah yang ditempati oleh peserta Studi Inspirasi berjumlah 20 induk semang. Induk semang sendiri bertanggungjawab menyediakan fasilitas akomodasi anak-anak, termasuk menyajikan hidangan khas desa. Hidangan yang barangkali tidak pernah dicoba oleh para peserta, dengan menu tradisional yang kaya akan ke Indonesia-an.
Membuat wayang bambu menjadi aktivitas pertama dikeesokan hari. Aktivitas ini mengenalkan salah satu kelebihan desa ini dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayah desa, yaitu bambu. Setelah itu, para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan aktivitas kearifan lokal yang ada di desa, diantaranya: belajar alat musik gamelan, tarian khas Yogyakarta, proses pembuatan kopi, proses pembuatan dan budidaya jamur.
Fiona, salah satu peserta yang melihat proses budidaya jamur di desa menyatakan kekagumannya akan pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi yang ada di desa. “Keren banget disini banyak aktivitas yang bisa mengikuti desa, dan baru pertama saya lihat budidaya jamur itu ternyata seperti ini, dan rasanya berbeda dengan yang dimasak oleh orangtua saya, karena disini langsung petik dan bisa dimasak langsung”, ucap Fiona.
Di sore hari, para peserta di ajar untuk mengelilingi alam Desa Wisata Pentingsari sambil dikenalkan tata cara bertani, seperti membajak sawah menggunakan sapi, menanam padi, dan menangkap ikan lele. Tentu hal ini tidak pernah mereka lakukan saat di Jakarta. Hal ini dibenarkan oleh Dino, salah seorang peserta dari organisasi Rohis. “Seru sekali saya punya pengalaman membajak sawah mengenalkan sapi, saya juga nyaris terjatuh. Saya juga menangkap lele di sawah secara langsung, dan ini pengalaman yang menarik dan berbeda dari yang lain”. Ujar Dino.
Kegiatan terakhir di desa, yaitu kenduri. Acara kenduri tentu menjadi puncak seluruh kegiatan studi inspirasi. Dalam kegiatan ini, para peserta dikenalkan bagaimana warga di desa berkumpul sambil bersilaturahmi dan berdoa bersama untuk suatu hal yang diharapkan. Kegiatan ini menjadi momentum dalam studi inspirasi karena muncul suasana keakraban, kehangatan, dan kekeluargaan di desa. Harapannya dengan mengenalkan budaya dan adat istiadat di desa kepada para peserta, dapat menumbuhkan nasionalisme, sekaligus mengakarkan identitas diri para peserta bahwa mereka harus mencintai Indonesia, dan harus menjadi warga global.
#MAJU #PemudaJuara #SekolahSehat #desapentingsari #studiinspirasi
Tujuan dari kegiatan Studi Inspirasi di Desa Wisata Pentingsari adalah mengenalkan kehidupan dan kebudayaan lokal, sehingga para peserta semakin mencintai dan turut menjaga akar identitas ke Indonesia-annya. Dalam kegiatan ini, 94 siswa didampingi oleh Trezadigjaya,M.Si selaku Wakil Kepala SMP Labschool Jakarta, dan para pembina organisasi siswa di lingkungan SMP Labschool Jakarta, diantaranya Humaedi, S.Pd, Agung Hartono, S.Pd, dan Alpiah Pijri, M.Pd.
Kehangatan desa ini langsung dirasakan saat peserta baru menginjakkan kaki di desa, dan dijamu langsung oleh Ibu Suryaningtyas selaku Kepala Desa. Dalam sambutannya, Ibu Suryaningtyas yang sering disapa Ibu Ning mengutarakan kebahagiaannya menyambut rombongan dari SMP Labschool Jakarta yang pertama kali ke desa Pentingsari. “Ibu sangat senang menyambut adik-adik disini, selamat datang di desa kami, meskipun ini kali pertama adik- adik ke desa ini, Ibu berharap semoga kalian betah tinggal disini. Insyaallah banyak aktivitas yang bisa kalian lakukan bersama warga disini. Mohon ikuti arahan dari induk semang masing-masing nggeh”. Ujar Ibu Ning.
Setelah kegiatan penyambutan dari aparatur desa, turut hadir para induk semang atau pemilik rumah yang ditempati para peserta. Dibawah rintik hujan ringan, mereka menyambut dengan hangat peserta seperti mereka menyambut anaknya sendiri untuk menyilahkan para peserta beristirahat setelah lelah mengikuti kegiatan sebelumnya. Total rumah yang ditempati oleh peserta Studi Inspirasi berjumlah 20 induk semang. Induk semang sendiri bertanggungjawab menyediakan fasilitas akomodasi anak-anak, termasuk menyajikan hidangan khas desa. Hidangan yang barangkali tidak pernah dicoba oleh para peserta, dengan menu tradisional yang kaya akan ke Indonesia-an.
Membuat wayang bambu menjadi aktivitas pertama dikeesokan hari. Aktivitas ini mengenalkan salah satu kelebihan desa ini dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di wilayah desa, yaitu bambu. Setelah itu, para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan aktivitas kearifan lokal yang ada di desa, diantaranya: belajar alat musik gamelan, tarian khas Yogyakarta, proses pembuatan kopi, proses pembuatan dan budidaya jamur.
Fiona, salah satu peserta yang melihat proses budidaya jamur di desa menyatakan kekagumannya akan pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi yang ada di desa. “Keren banget disini banyak aktivitas yang bisa mengikuti desa, dan baru pertama saya lihat budidaya jamur itu ternyata seperti ini, dan rasanya berbeda dengan yang dimasak oleh orangtua saya, karena disini langsung petik dan bisa dimasak langsung”, ucap Fiona.
Di sore hari, para peserta di ajar untuk mengelilingi alam Desa Wisata Pentingsari sambil dikenalkan tata cara bertani, seperti membajak sawah menggunakan sapi, menanam padi, dan menangkap ikan lele. Tentu hal ini tidak pernah mereka lakukan saat di Jakarta. Hal ini dibenarkan oleh Dino, salah seorang peserta dari organisasi Rohis. “Seru sekali saya punya pengalaman membajak sawah mengenalkan sapi, saya juga nyaris terjatuh. Saya juga menangkap lele di sawah secara langsung, dan ini pengalaman yang menarik dan berbeda dari yang lain”. Ujar Dino.
Kegiatan terakhir di desa, yaitu kenduri. Acara kenduri tentu menjadi puncak seluruh kegiatan studi inspirasi. Dalam kegiatan ini, para peserta dikenalkan bagaimana warga di desa berkumpul sambil bersilaturahmi dan berdoa bersama untuk suatu hal yang diharapkan. Kegiatan ini menjadi momentum dalam studi inspirasi karena muncul suasana keakraban, kehangatan, dan kekeluargaan di desa. Harapannya dengan mengenalkan budaya dan adat istiadat di desa kepada para peserta, dapat menumbuhkan nasionalisme, sekaligus mengakarkan identitas diri para peserta bahwa mereka harus mencintai Indonesia, dan harus menjadi warga global.
#MAJU #PemudaJuara #SekolahSehat #desapentingsari #studiinspirasi